MPLS Pesantren Quran Al-Ihsan: Membangun Fondasi Dunia dan Akhirat
Suasana penuh semangat menyelimuti Pesantren Quran Al-Ihsan pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini. Sebanyak 54 santri baru dengan wajah penuh antusiasme mengikuti setiap rangkaian acara yang disiapkan. MPLS ini bukan sekadar pengenalan lingkungan fisik, melainkan sebuah gerbang awal untuk memahami esensi kehidupan pesantren yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah. Materi-materi yang disajikan tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki urgensi yang sangat mendalam bagi bekal para santri di dunia dan akhirat.
Dimulai dari Shalat: Tiang Agama dan Tiang Kehidupan
Dari sekian banyak materi penting yang disampaikan, shalat menjadi topik pertama dan utama yang dibahas secara mendalam. Mengapa shalat? Karena shalat adalah tiang agama. Ia adalah fondasi utama yang menopang seluruh sendi kehidupan seorang Muslim. Lebih dari itu, shalat memiliki peran sentral dalam stabilitas ekonomi, sosial, dan politik suatu masyarakat. Bagaimana bisa? Karena shalat mendidik disiplin, kejujuran, kebersamaan, dan ketakwaan yang merupakan pilar-pilar masyarakat madani. Sudah banyak kajian dan penelitian yang membahas hubungan shalat dengan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat.
Shalat juga merupakan sumber kesehatan fisik dan ketenangan jiwa. Dalam setiap gerakan dan bacaannya, seorang hamba berinteraksi langsung dengan Penciptanya, menumpahkan segala keluh kesah, dan mencari kedamaian hakiki. Peran shalat dalam kesehatan dan ketenangan jiwa telah banyak dibuktikan, mengurangi stres, kecemasan, dan memberikan energi positif.
Sebagaimana disampaikan oleh Al-Khattabi, “Tidak ada kata yang mencakup semua kebaikan dunia dan akhirat kecuali ‘al-falah’.” Lalu, di mana kita mencari ‘al-falah’ atau keberuntungan dan kesuksesan sejati itu? Mari kita tanyakan pada muadzin, dan jawabannya akan menggema: “Hayya ‘alash shalah, hayya ‘alal falah!” (Marilah kita shalat, marilah menuju kesuksesan).
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mu’minun ayat 1-2:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.” Ayat ini secara eksplisit mengaitkan shalat yang khusyuk dengan keberuntungan atau ‘al-falah’.
Menjadi Santri yang Sukses
Selain shalat, santri baru juga dibekali dengan materi-materi menarik dan sangat penting lainnya untuk membina santri yang sukses:
Metode Menghafal Al-Quran: Dengan bimbingan para hafiz dan hafizah, santri diperkenalkan berbagai teknik menghafal Al-Quran yang efektif, mulai dari hafalan bertahap, muraja’ah (pengulangan), hingga menjaga hafalan agar tetap melekat.
Ukhuwwah Islamiyah: Pentingnya menjalin persaudaraan dalam Islam ditekankan, menumbuhkan rasa kebersamaan, saling tolong-menolong, dan kasih sayang di antara sesama santri dan seluruh civitas pesantren.
Pengenalan Lingkungan Sekolah: Para santri mendapatkan penjelasan tentang krukulum Tahfiz, Diknas, dan Kepesantrenan: Santri juga diberikan gambaran menyeluruh tentang kurikulum yang akan mereka jalani, meliputi program tahfiz Al-Quran yang intensif, kurikulum pendidikan nasional (Diknas) yang tetap relevan dengan jenjang pendidikan formal, serta kurikulum kepesantrenan yang mencakup ilmu-ilmu syar’i dan pembentukan karakter Islami.
Ringkasnya, MPLS di Al-Ihsan memang seru dan penuh makna!